{"id":138329,"date":"2023-10-02T04:28:09","date_gmt":"2023-10-02T04:28:09","guid":{"rendered":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/?p=138329"},"modified":"2024-10-08T08:39:57","modified_gmt":"2024-10-08T08:39:57","slug":"pelatihan-pembuatan-basreng-dalam-menciptakan-umkm-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/pelatihan-pembuatan-basreng-dalam-menciptakan-umkm-desa\/","title":{"rendered":"PELATIHAN PEMBUATAN BASRENG DALAM MENCIPTAKAN UMKM DESA"},"content":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column offset=&#8221;vc_col-lg-offset-0 vc_col-md-offset-0&#8243;][vc_column_text]<\/p>\n<pre class=\"wp-block-verse\">Seluma- Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Prodi S1 Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu mengadakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan memanfaatkan dana hibah yang diberikan oleh Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Kegiatan PPM dilakukan di Desa Jenggalu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma yang memiliki jarak 27.7 Km dari Universitas Bengkulu dengan jarak tempuh 45 menit. Pemilihan lokasi ini dikarenakan adanya kebutuhan dari lembaga Kelompok Wanita Tani (KWT) desa Jenggalu terhadap pengetahuan dan keterampilan baru dalam menjalankan usaha desa.<\/pre>\n\n<p><br \/>\n<!--more--><br \/>\n<\/p>\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Kegiatan telah digelar pada 22 Agustus 2023 lalu, dengan bentuk kegiatan sosialisasi terkait pemahaman terhadap produk kerupuk pedas berupa bakso goreng (basreng) dan kerupuk gepeng renyah (gepre) dan pelatihan pembuatan basreng dan gepre.\nTujuan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa Jenggalu terhadap produk kerupuk pedas (basreng dan gepre).\n\nKegiatan ini diinisiasi oleh dua orang dosen Universitas Bengkulu, yakni Nola Windirah, S.P., M.Si (Agribisnis FP); Dr. Gita Mulyasari, S.P., M.Si (Agribisnis FP) dan melibatkan beberapa orang mahasiswa Unib. Pengabdian  pada masyarakat ini didanai oleh Fakultas Pertanian Unib dengan skim pengabdian pada masyarakat.\n\n\u201cTim pengabdi memberikan informasi terkait definisi kerupuk pedas, jenis-jenisnya, bahan baku, serta cara pembuatannya.\u201d Ungkap Nola Windirah.\n\nKegiatan pelatihan diikuti oleh 24 anggota KWT Tanjung Aur Desa Jenggalu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma.<\/pre>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/12.png\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/12-edited-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-138332\" width=\"486\" height=\"323\" srcset=\"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/12-edited-1.png 586w, https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/12-edited-1-300x200.png 300w, https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/12-edited-1-255x170.png 255w\" sizes=\"(max-width: 486px) 100vw, 486px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n<pre class=\"wp-block-verse has-text-align-center\"><strong>Persiapan Bahan Baku<\/strong><\/pre>\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Bahan Baku basreng dan gepre berasal dari bahan yang sama yaitu ikan giling, tepung sagu, telor, batu es, dan garam. Tidak ada jenis ikan khusus untuk menjadi bahan baku basreng dan gepre.\n\n\u201cMemanfaatkan ikan dengan harga murah dan berlimpah di pasar Bengkulu bisa menjadi alasan utama KWT dalam menentukan jenis ikan yang digunakan nanti, untuk pelatihan kami mengenalkan penggunaan ikan selengek\u201d, Jelas Gita Mulayasari\n<\/pre>\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse has-text-align-center\"><strong>Proses Produksi <\/strong><\/pre>\n\n\n<pre class=\"wp-block-verse\">Proses produksi pada pembuatan basreng dan gepre yakni persiapan adonan, pembentukan (bakso dan gepeng), penggorengan, dan pemberian bubuk cabe.\n\nDijelaskan oleh Nola Windirah, \u201cPenggorengan harus dilakukan pada suhu minyak sedang, jika terlalu panas atau dingin maka hasil gorengan akan lempam dan keras\u201d.<\/pre>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/13.png\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/13-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-138334\" width=\"516\" height=\"344\" srcset=\"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/13-edited.png 659w, https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/13-edited-300x200.png 300w, https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-content\/uploads\/sites\/15\/2023\/10\/13-edited-255x170.png 255w\" sizes=\"(max-width: 516px) 100vw, 516px\" \/><\/a><\/figure><\/div>[\/vc_column_text][\/vc_column][\/vc_row]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>[vc_row][vc_column offset=&#8221;vc_col-lg-offset-0 vc_col-md-offset-0&#8243;][vc_column_text] Seluma- Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Prodi S1 Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu mengadakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dengan memanfaatkan dana hibah yang diberikan oleh Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Kegiatan PPM dilakukan di Desa Jenggalu Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma yang memiliki jarak 27.7 Km dari Universitas Bengkulu dengan jarak tempuh 45 menit. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":138336,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[554],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138329"}],"collection":[{"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=138329"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":138370,"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/138329\/revisions\/138370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/media\/138336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=138329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=138329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/agriculture.unib.ac.id\/bab\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=138329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}