
Lima Mahasiswa Proteksi Tanaman Unib Ikuti Kompetisi Duta Karantina, Dua Tim Lolos 20 Besar Quarantine Innovation Challenge 2026
Mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu (Unib), menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan perkarantinaan. Sebanyak lima mahasiswa mengikuti program Duta Karantina yang diselenggarakan oleh Badan Karantina Indonesia. Pada kesempatan yang sama, dua tim mahasiswa Proteksi Tanaman juga berhasil masuk 20 besar kompetisi Quarantine Innovation Challenge 2026 dan melanjutkan ke tahap full paper.
Lima mahasiswa Proteksi Tanaman yang mengikuti program Duta Karantina tersebut adalah Adelia Putri Khaila, Yuliyani, Ilham Agustianto, Sayyidah Fathimatuzzahra, dan Najwa Tahera HS. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai tugas dan fungsi karantina sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pentingnya perlindungan sumber daya hayati Indonesia.
Sumber foto: BKHIT Bengkulu
Partisipasi mahasiswa tersebut berkaitan dengan kegiatan Karantina Goes to Campus di Universitas Bengkulu pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam serta Fakultas Pertanian Unib.
Mahasiswa Kenali Peran Karantina dalam Perlindungan Tanaman
Program Duta Karantina menjadi salah satu sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal peran karantina dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit, melindungi sumber daya hayati, dan mendukung ketahanan pangan.
Bagi mahasiswa Proteksi Tanaman, kegiatan ini relevan dengan bidang keilmuan yang dipelajari, khususnya mengenai organisme pengganggu tumbuhan (OPT), pencegahan penyebarannya melalui lalu lintas komoditas pertanian, serta pentingnya tindakan karantina dalam menjaga kesehatan tanaman.
Kepala Karantina Bengkulu, Betty Fajarwati, menyampaikan bahwa edukasi perkarantinaan kepada mahasiswa diharapkan dapat memperluas pemahaman generasi muda mengenai tugas karantina. Peran karantina tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan komoditas di pintu masuk dan keluar, tetapi juga mencakup perlindungan sumber daya hayati, dukungan terhadap ketahanan pangan, dan diplomasi ekonomi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya perkarantinaan dalam melindungi sektor pertanian dan mencegah risiko penyebaran organisme pengganggu melalui perpindahan komoditas.
Sumber foto: BKHIT Bengkulu
Dua Tim Proteksi Tanaman Lolos 20 Besar Quarantine Innovation Challenge 2026
Selain mengikuti kegiatan edukasi perkarantinaan, mahasiswa Proteksi Tanaman Unib juga mencatatkan capaian dalam kompetisi Quarantine Innovation Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Karantina Indonesia.
Dua tim mahasiswa berhasil masuk dalam 20 besar setelah melalui seleksi extended paper. Keduanya berhak melanjutkan ke tahap full paper untuk mengembangkan dan memaparkan gagasan yang diajukan secara lebih mendalam.
Adapun mahasiswa yang tergabung dalam kedua tim tersebut adalah:
Tim 1
- Sayyidah Fathimatuzzahra
- Najwa Tahera HS
- Hanyka Nabila Agnezia
Tim 2
- Dimas Kurnia Ashari
- Habib Mustofa
- Astri Sunaryo
Keberhasilan masuk 20 besar menjadi capaian positif bagi mahasiswa Proteksi Tanaman. Kompetisi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan ilmiah dan inovasi yang berkaitan dengan tantangan perkarantinaan.
Tahap full paper menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk memperdalam landasan ilmiah, menguraikan permasalahan yang diangkat, serta menjelaskan rancangan solusi dan potensi penerapannya. Proses ini juga dapat melatih kemampuan mahasiswa dalam menyusun karya ilmiah dan mengembangkan gagasan berbasis keilmuan.
Sumber foto: BKHIT Bengkulu
Memperkuat Kompetensi dan Kolaborasi
Dalam kegiatan Karantina Goes to Campus, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Bengkulu, Kamaludin, menekankan pentingnya peran karantina dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia. Ia juga menyambut baik peluang penguatan kerja sama antara Unib dan Badan Karantina Indonesia, termasuk kesempatan magang bagi mahasiswa.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi karantina dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu di lapangan. Bagi mahasiswa Proteksi Tanaman, hal ini dapat memperkaya pemahaman mengenai pengawasan lalu lintas komoditas pertanian, pencegahan penyebaran OPT, dan perlindungan sumber daya hayati.
Kegiatan Karantina Goes to Campus merupakan bagian dari rangkaian Hari Karantina Indonesia ke-149 dan Hari Ulang Tahun ke-3 Badan Karantina Indonesia.
Program Studi Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu mendukung partisipasi mahasiswa dalam kegiatan edukasi, kompetisi ilmiah, dan kolaborasi dengan institusi terkait. Keikutsertaan lima mahasiswa dalam program Duta Karantina serta keberhasilan dua tim menembus 20 besar Quarantine Innovation Challenge 2026 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi dan berkontribusi dalam perlindungan sumber daya hayati serta pembangunan pertanian berkelanjutan.


