
DOSEN PROTEKSI TANAMAN UNIVERSITAS BENGKULU TERLIBAT DALAM RISET NASIONAL BIOHERBISIDA DAN CABAI TAHAN VIRUS
Dosen dan mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu kembali menunjukkan kontribusi dalam pengembangan riset pertanian melalui keterlibatan pada dua penelitian nasional tahun 2026 yang berfokus pada pengendalian gulma ramah lingkungan dan pengembangan varietas cabai tahan penyakit.
Penelitian pertama merupakan Penelitian Fundamental berjudul “Bioherbisida Alami Ramah Lingkungan: Eksplorasi Rizosfer via Metagenomik Berbasis Artificial Intelligence untuk Kontrol Gulma Invasif Selektif.” Penelitian ini diketuai oleh Risvan Anwar dari Universitas Prof. Dr. Hazairin (UNIHAZ), dengan Dr. Mimi Sutrawati dari Program Studi Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu sebagai anggota tim peneliti.
Penelitian tersebut bertujuan mengembangkan bioherbisida alami melalui eksplorasi mikroorganisme rizosfer menggunakan pendekatan metagenomik dan teknologi Artificial Intelligence (AI). Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan metode pengendalian gulma invasif yang lebih selektif dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan herbisida kimia sintetis.
Pemanfaatan teknologi metagenomik memungkinkan identifikasi mikroorganisme potensial secara lebih cepat dan akurat, sedangkan integrasi AI digunakan untuk menganalisis data biologis dalam jumlah besar guna menemukan kandidat bioherbisida yang efektif. Penelitian ini dinilai relevan dengan kebutuhan pertanian berkelanjutan dan pengurangan dampak negatif bahan kimia terhadap lingkungan.
Selain itu, Dr. Mimi Sutrawati juga terlibat dalam Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak melalui penelitian berjudul “Pengembangan Varietas Cabai Merah Keriting Hibrida dan Non Hibrida Produktivitas Tinggi Tahan terhadap Virus Keriting Kuning.”
Penelitian ini diketuai oleh Prof. Syukur dari IPB University dengan tim peneliti yang melibatkan Prof. Dwi Wahyuni Ganefianti, Dr. Mimi Sutrawati, dan Dr. Apri Andani dari Universitas Bengkulu. Penelitian juga melibatkan empat mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu.
Riset ini berfokus pada pengembangan varietas cabai merah keriting unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan tahan terhadap serangan virus keriting kuning, salah satu penyakit penting yang menjadi kendala utama budidaya cabai di Indonesia. Penyakit tersebut dapat menyebabkan penurunan produksi secara signifikan dan kerugian ekonomi bagi petani.
Melalui pengembangan varietas tahan penyakit, penelitian ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas cabai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida dalam pengendalian penyakit tanaman.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa Proteksi Tanaman dalam kedua penelitian ini menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi riset lintas institusi dalam menghasilkan inovasi pertanian berbasis sains dan teknologi. Selain menjadi bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian tersebut juga diharapkan memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian, ketahanan pangan, dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia.