KUNJUNGAN PAKAR DARI THAILAND KE UNIVERSITAS BENGKULU PERKUAT KOLABORASI BIDANG PROTEKSI TANAMAN

KUNJUNGAN PAKAR DARI THAILAND KE UNIVERSITAS BENGKULU PERKUAT KOLABORASI BIDANG PROTEKSI TANAMAN

Program Studi Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu menerima kunjungan pakar internasional dari Thailand pada Kamis, 23 April 2026. Kunjungan ini menghadirkan dua akademisi dan peneliti bidang pertanian, yaitu Prof. Kasem Soytong dari Association of Agricultural Technology in Southeast Asia sekaligus Director of RIMOA, serta Dr. Jiao Jiao Song dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Bangkok, Thailand.

Kegiatan kunjungan difokuskan pada pengenalan fasilitas akademik dan pengembangan praktik lapangan mahasiswa di lingkungan Program Studi Proteksi Tanaman. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah museum serangga Proteksi Tanaman yang menjadi sarana pembelajaran identifikasi dan konservasi koleksi serangga penting di bidang pertanian. Dalam kunjungan tersebut, para tamu melihat berbagai koleksi spesimen serangga hama maupun musuh alami yang digunakan sebagai media praktikum dan penelitian mahasiswa.

Selain museum serangga, rombongan juga mengunjungi greenhouse melon yang dikelola oleh mahasiswa Proteksi Tanaman. Budidaya melon tersebut merupakan bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis praktik yang dilaksanakan mahasiswa dengan supervisi langsung dosen-dosen bidang proteksi tanaman. Di greenhouse tersebut, mahasiswa menerapkan berbagai teknik budidaya dan pengelolaan organisme pengganggu tanaman secara terpadu.

Gambar. Foto Bersama di Greenhouse Kebun Melon Proteksi Tanaman

Dalam diskusi bersama dosen dan mahasiswa, Prof. Kasem Soytong memberikan apresiasi terhadap keterlibatan mahasiswa dalam pengelolaan greenhouse dan penerapan praktik budidaya yang terintegrasi dengan konsep proteksi tanaman. Menurutnya, pengalaman praktik seperti ini penting untuk membangun kemampuan analitis dan keterampilan lapangan mahasiswa.

Dr. Jiao Jiao Song juga menyampaikan ketertarikannya terhadap pengembangan fasilitas pembelajaran yang menghubungkan aspek akademik, penelitian, dan praktik budidaya. Ia menilai bahwa kegiatan mahasiswa di greenhouse dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan tanaman secara berkelanjutan.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional dan penguatan kerja sama akademik di bidang pertanian dan proteksi tanaman. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan teknologi pertanian di tingkat regional Asia Tenggara.

Gambar. Foto Bersama di Laboratorium Hayati Proteksi Tanaman