IMPLEMENTASI PHT PADA TANAMAN KOPI, DOSEN DAN MAHASISWA UNIB TURUN LANGSUNG KE DESA SUMBER SARI

IMPLEMENTASI PHT PADA TANAMAN KOPI, DOSEN DAN MAHASISWA UNIB TURUN LANGSUNG KE DESA SUMBER SARI

Mahasiswa Program Studi Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan Kemah Bakti Sosial (KBS) yang diintegrasikan dengan program pengabdian kepada masyarakat pada Sabtu, 2 Mei 2026 di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam mendukung penguatan pengetahuan petani kopi melalui pendekatan ilmiah dan praktik lapangan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Implementasi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam Pengendalian Hama Tanaman Kopi” yang diketuai oleh Prof. Agustin Zarkani dengan anggota tim Prof. Dwinardi Apriyanto dan Priyatiningsih, M.Sc. Materi yang diberikan berfokus pada pengelolaan hama tanaman kopi secara terpadu dan berkelanjutan guna meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil panen kopi masyarakat.

Gambar. Pemaparan Materi dari Priyatiningsih, M.Sc

Dalam pemaparannya, tim pengabdian menjelaskan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi petani kopi di Indonesia adalah rendahnya produksi dan kualitas kopi akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Beberapa hama penting yang dibahas antara lain penggerek buah kopi atau hama bubuk buah kopi, kutu hijau, tungau merah, dan cacing parasit.

Penggerek buah kopi menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu hama paling merusak pada tanaman kopi. Hama ini menyerang buah kopi dengan membuat lubang pada buah sehingga menyebabkan biji rusak, buah membusuk, gugur, dan menurunkan mutu hasil panen. Tim pengabdian juga menjelaskan siklus hidup hama, tingkat serangan, serta faktor yang mendukung perkembangan populasi di lapangan.

 

Melalui pendekatan PHT, petani diperkenalkan pada berbagai metode pengendalian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Beberapa teknik yang disampaikan meliputi sanitasi kebun, pemangkasan, pemetikan buah terserang, pengumpulan buah gugur atau lelesan, penggunaan perangkap dengan zat pemikat, pemanfaatan insektisida nabati, hingga pengendalian hayati menggunakan jamur Beauveria bassiana sebagai musuh alami hama penggerek buah kopi.

Gambar. Pemaparan Materi dari Prof. Dwinardi Apriyanto

Tim pengabdian juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap insektisida kimia karena penggunaan yang berlebihan dapat berdampak pada lingkungan dan keberlanjutan ekosistem kebun kopi. Sebagai alternatif, petani didorong untuk memanfaatkan teknik budidaya sehat dan pengendalian biologis yang lebih aman bagi tanaman maupun lingkungan.

Gambar. Serah Terima Alat Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Tanaman Kopi Kepada Petani oleh Tim Prof. Agustin Zarkani

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan peserta KBS. Selain memperoleh pengalaman sosial melalui kegiatan kemah dan pengabdian, mahasiswa juga belajar secara langsung mengenai kondisi pertanian kopi di lapangan serta tantangan yang dihadapi petani. Integrasi kegiatan KBS dengan pengabdian masyarakat diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan kopi di Bengkulu melalui edukasi, pendampingan, dan penerapan teknologi pengendalian hama yang berkelanjutan.