MAHASISWA DOKTORAL ASAL PAKISTAN DI UNIB EDUKASI TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA TANAMAN ANGGUR DI KEPAHIANG

MAHASISWA DOKTORAL ASAL PAKISTAN DI UNIB EDUKASI TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA TANAMAN ANGGUR DI KEPAHIANG

Mehreen Ayaz, mahasiswa asing asal Pakistan yang sedang menempuh studi doktoral di Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Sabtu, 2 Mei 2026 di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kabawetan, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini terintegrasi dengan program Kemah Bakti Sosial (KBS) mahasiswa dan menjadi bagian dari kontribusi akademik mahasiswa internasional dalam pengembangan pertanian di masyarakat.

Kegiatan pengabdian mengangkat tema “Introduction of Pest and Pest Control Technologies in Grape Plants” atau pengenalan hama dan teknologi pengendalian hama pada tanaman anggur. Dalam kegiatan tersebut, Mehreen Ayaz memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai jenis hama penting pada tanaman anggur serta teknologi pengendalian yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa hama tanaman merupakan organisme yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan menurunkan produktivitas hasil pertanian. Pada tanaman anggur, terdapat beberapa kelompok hama penting seperti thrips, leafhopper, kutu putih (mealybugs), aphids, stem borer, stem girdler, flea beetles, chafer beetles, grape berry moth, dan leaf rollers. Hama-hama tersebut dapat merusak bagian daun, batang, maupun buah anggur sehingga memengaruhi kualitas dan hasil produksi tanaman.

Gambar. Pemaparan Materi Mehreen Ayaz

Selain menyebabkan kerusakan langsung, beberapa hama juga berperan dalam penyebaran penyakit pada tanaman anggur. Salah satu penyakit yang dibahas adalah powdery mildew yang menyebabkan lapisan putih pada daun dan buah serta menghambat perkembangan buah. Penyakit ini dapat diperparah oleh keberadaan thrips dan tungau. Selain itu, dijelaskan pula penyakit leafroll yang disebabkan oleh Grapevine leafroll virus dan disebarkan oleh kutu putih, serta crown gall yang berkaitan dengan luka akibat serangan penggerek batang dan kumbang.

Untuk pengendalian hama, masyarakat diperkenalkan pada beberapa teknologi pengendalian yang dapat diterapkan di lapangan. Salah satunya adalah penggunaan pheromone traps atau perangkap feromon yang berfungsi membantu monitoring dan menekan populasi hama. Teknologi ini dinilai praktis dan memiliki biaya yang relatif rendah.

Selain itu, dijelaskan juga pemanfaatan pengendalian hayati melalui penggunaan musuh alami seperti kumbang predator dan parasitoid, serta aplikasi mikroba Bacillus thuringiensis untuk membantu mengendalikan hama secara biologis. Pengendalian dengan pestisida nabati seperti neem spray juga diperkenalkan karena lebih aman bagi lingkungan dan dapat membantu mengendalikan thrips, aphids, dan mealybugs.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya praktik budidaya sehat seperti pemangkasan bagian tanaman yang terinfeksi, sanitasi kebun, serta penggunaan sticky traps berwarna kuning dan biru untuk monitoring populasi hama di lapangan.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi antara peserta dan pemateri terkait pengelolaan hama tanaman anggur di lapangan. Kehadiran mahasiswa internasional dalam kegiatan pengabdian ini juga menjadi bentuk penguatan kolaborasi akademik lintas negara dalam mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu terus mendorong keterlibatan mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari implementasi ilmu pengetahuan dan pertukaran wawasan global di bidang pertanian.