Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PPM-R) Universitas Bengkulu
BENGKULU – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset (PPM-R) Universitas Bengkulu (UNIB) mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui inovasi pengolahan ikan kering rendah garam (low-salt). Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pasar pengolah ikan skala kecil hingga mampu menembus rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan yang berpusat di rumah produksi Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) Camar Terbang Tinggi, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu ini berlangsung secara bertahap sejak pertengahan Juli hingga Agustus 2026.
Ketua Tim Pengabdian UNIB, Nola Windirah, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa inovasi ini hadir untuk memecahkan tiga persoalan utama pengolah ikan tradisional: kadar garam yang terlampau tinggi, ketergantungan penjemuran pada cuaca, serta pengemasan yang belum memenuhi standar pasar formal.
“Ikan asin tradisional umumnya memiliki kadar garam tinggi sehingga kurang ideal untuk konsumsi harian anak-anak. Melalui formulasi low-salt dengan kadar garam di bawah 5 persen, produk ikan kering ini menjadi lebih sehat dan siap diserap sebagai salah satu sumber protein lokal untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar Nola.
Sentuhan Teknologi Pengering dan Higienitas
Dalam program ini, sebanyak 10 anggota Poklahsar Camar Terbang Tinggi mendapatkan pelatihan intensif mengenai sosialisasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sederhana.
Selain edukasi gizi dan higienitas, tim akademisi UNIB menyerahkan dan mempraktikkan alih teknologi berupa alat pengering rak mekanik tertutup bersuhu terkontrol ({50 – 60 ∘C). Teknologi ini menggantikan metode penjemuran terbuka yang berisiko terpapar debu, polusi, serta ganguan serangga.
Dampak Positif bagi Pengolah Ikan
Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi pascapelatihan, program ini mencatatkan peningkatan pemahaman mitra hingga lebih dari 50 persen terkait standar sanitasi produksi dan teknik pengolahan modern.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pemodelan rantai pasok lokal ini. Poklahsar kini terhubung langsung dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bengkulu,” tambah Nola.
Program pengabdian ini digawangi oleh para dosen UNIB, yakni Nola Windirah, S.P., M.Si. (Ketua Tim), Dr. M. Mustopa Romdhon, S.P., M.Si., Dr. Gita Mulyasari, S.P., M.Si., Melani Anisa Fitri, S.Tr.P., M.P., dan Debie Rizqoh, S.Si., M.Biomed., serta didukung oleh empat mahasiswa yakni Olivia dwi anggraini, Dwi Christiani Putri Nababan, Ferdy Crhistian R., dan Wahyu Andrian.
Melalui sentuhan teknologi dan pendampingan berkelanjutan ini, produk perikanan lokal Bengkulu diharapkan tidak hanya naik kelas secara kualitas, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga nelayan di kawasan pesisir.