
Kuliah Umum Peternakan UNIB Bahas Peran Pakan dalam Climate Smart Livestock Production System
Universitas Bengkulu kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf nasional melalui kuliah umum bertema “Peran Pakan pada Konsep Climate Smart Livestock Production System”. Acara yang diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Peternakan Angkatan 2023 ini digelar pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Gedung LPPM lantai 2 Universitas Bengkulu mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan kuliah umum ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Agung Purnomoadi, M.Sc, dosen dan peneliti senior dari Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Diponegoro. Beliau dikenal luas sebagai pakar nutrisi ternak dan sistem produksi ternak berkelanjutan, khususnya pada kajian manajemen pakan rendah emisi dan efisiensi penggunaan sumber daya dalam peternakan.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Ir. Suharyanto, S.Pt., M.Si, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap isu perubahan iklim dan adaptasi sektor peternakan. Menurutnya, konsep Climate Smart Livestock merupakan pendekatan strategis untuk mendukung produktivitas ternak sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Jurusan Peternakan, Dr. Irma Badarina, S.Pt., MP, serta Ketua Program Studi Peternakan, Ir. Edi Soetrisno, M.Sc., bersama para dosen peternakan lainnya. Kehadiran para pimpinan dan akademisi tersebut menunjukkan komitmen Jurusan Peternakan UNIB dalam memperkuat pembelajaran berbasis isu global.



Dalam pemaparannya, Prof. Agung menjelaskan bahwa pakan memegang peranan paling signifikan dalam mendukung produktivitas ternak sekaligus berkontribusi terhadap jejak karbon sektor peternakan. Ia menekankan bahwa lebih dari 60% biaya produksi ternak berasal dari pakan, sehingga efisiensi formulasi ransum menjadi kunci peningkatan keberlanjutan sistem produksi.
Beliau juga memaparkan berbagai inovasi pakan rendah emisi, mulai dari penggunaan bahan pakan lokal yang ramah lingkungan, teknologi feed additive untuk menekan produksi metana, hingga pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan alternatif. Mahasiswa diajak memahami bahwa inovasi pakan bukan hanya berkaitan dengan nutrisi ternak, tetapi juga dampaknya terhadap mitigasi perubahan iklim.
Selain materi ilmiah, Prof. Agung memberikan contoh implementasi lapangan dari berbagai penelitian yang telah dilakukan di Indonesia. Ia menunjukkan bahwa konsep Climate Smart Livestock dapat diterapkan mulai dari skala peternak kecil hingga industri, sepanjang ada dukungan teknologi, kebijakan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.


Kegiatan kuliah umum ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait formulasi pakan, strategi adaptasi peternakan, dan peluang riset yang dapat dikembangkan di Universitas Bengkulu. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan pembangunan peternakan modern yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.