
Jurusan Peternakan Unib adakan Kuliah Umum Peternakan: Peran Peternakan dalam Mendukung Keamanan dan Ketahanan Pangan
Bengkulu, 29 November 2025 – rogram Studi Peternakan Universitas Bengkulu kembali melaksanakan kegiatan akademik melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Peran Peternakan dalam Mendukung Keamanan dan Ketahanan Pangan”. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025, bertempat di ruang GB 1 R.4 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Peternakan Angkatan 2025 yang diwajibkan mengikuti kuliah umum sebagai bagian dari penguatan wawasan profesi.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber dari instansi praktisi, yaitu Eny Handayani, S.Pt., M.Si, Kepala Laboratorium Kesmavet Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu. Beliau dikenal sebagai praktisi yang berpengalaman di bidang kesehatan masyarakat veteriner serta pengawasan keamanan pangan asal hewan di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Peternakan, Ir. Edi Soetrisno, M.Sc., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa isu keamanan dan ketahanan pangan merupakan topik strategis yang harus dipahami generasi muda peternakan. Menurutnya, sektor peternakan memiliki kontribusi besar dalam penyediaan pangan bergizi, sehingga aspek kesehatan hewan dan keamanan produk menjadi fondasi penting.





Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Jurusan Peternakan, Dr. Irma Badarina, S.Pt., MP, beserta para dosen peternakan lainnya. Kehadiran para pimpinan jurusan menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan akademik yang menghubungkan mahasiswa dengan perkembangan dunia kerja dan isu aktual sektor peternakan di lapangan.
Dalam pemaparannya, Eny Handayani menyampaikan bahwa keamanan pangan asal hewan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya pengawasan rantai pangan, mulai dari peternakan, proses produksi, distribusi, hingga produk tersebut dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, kualitas dan keamanan produk peternakan sangat dipengaruhi oleh manajemen kesehatan hewan dan higienitas proses produksi.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi sektor peternakan dalam menjamin keamanan pangan, seperti risiko cemaran mikrobiologi, residu obat hewan, dan penanganan produk yang tidak sesuai standar. Mahasiswa juga diperkenalkan pada peran penting laboratorium Kesmavet dalam melakukan pengujian untuk memastikan produk peternakan aman, layak, dan memenuhi standar kesehatan masyarakat.


Eny Handayani turut memaparkan berbagai strategi peningkatan ketahanan pangan melalui penguatan produksi lokal, pemanfaatan teknologi pengolahan, serta pentingnya edukasi masyarakat mengenai konsumsi pangan asal hewan yang aman. Beliau menekankan bahwa mahasiswa peternakan perlu memahami perannya sebagai calon profesional yang akan berkontribusi dalam menjamin pemenuhan pangan bergizi bagi masyarakat.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat. Mahasiswa tampak antusias mengajukan pertanyaan mengenai penerapan standar keamanan pangan, peluang karier di bidang Kesmavet, dan peran pemerintah dalam pengawasan produk peternakan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memiliki pemahaman lebih luas mengenai kontribusi sektor peternakan dalam mendukung keamanan dan ketahanan pangan di Indonesia. [wb].