Tim Dosen Peternakan UNIB Ajari Peternak Desa Manfaatkan Pelepah Sawit sebagai Pakan Konsentrat Sapi

Tim Dosen Peternakan UNIB Ajari Peternak Desa Manfaatkan Pelepah Sawit sebagai Pakan Konsentrat Sapi

Puluhan peternak sapi lokal di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, mendapat wawasan baru pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sebuah tim pengabdian kepada masyarakat hadir langsung ke desa tersebut untuk memperkenalkan teknologi pakan konsentrat berbahan dasar pelepah kelapa sawit — limbah pertanian yang selama ini hanya menggunung di pinggir kebun tanpa nilai ekonomis.

Kegiatan bertajuk Introduksi Pemanfaatan Pelepah Sawit Dalam Pakan Konsentrat Untuk Sapi Lokal” ini menyasar langsung para peternak yang bermukim di kawasan perkebunan sawit. Warga desa menyambut kedatangan tim dengan penuh antusias, dan ruangan tempat sosialisasi berlangsung penuh sesak oleh peserta yang ingin tahu lebih jauh soal inovasi ini.

Selama ini, pelepah sawit hasil panen hanya dibiarkan membusuk atau dibakar begitu saja. Padahal, menurut tim pengabdian, setiap batang pohon kelapa sawit menghasilkan sekitar 22 pelepah per tahun. Dengan luasan perkebunan di wilayah Bengkulu Utara, volume pelepah yang terbuang sangat luar biasa. Dari sisi nutrisi, pelepah sawit mengandung bahan kering sekitar 50–60 persen, protein kasar 3–5 persen, serta serat kasar 40–50 persen. Melalui proses pengolahan yang tepat termasuk teknik fermentasi menggunakan mikroorganisme selulolitik kandungan serat kasar yang tinggi dapat diturunkan dan daya cerna pakan dapat ditingkatkan secara signifikan.

Sosialisasi berlangsung dalam dua sesi utama. Pertama, penyampaian materi secara sistematis oleh anggota tim mencakup potensi nutrisi pelepah sawit, teknik pengolahan, formulasi ransum, hingga cara pemberian pakan yang benar kepada sapi lokal. Sesi ini diselingi tanya jawab yang berlangsung interaktif para peternak mengajukan pertanyaan teknis mulai dari dosis pemberian, waktu fermentasi, hingga perbandingan harga dibanding pakan pabrikan. Sesi kedua adalah demonstrasi dan distribusi bahan pakan. Tim membawa langsung dua jenis produk hasil olahan: pelepah sawit yang telah dicacah halus dan siap dicampur sebagai bahan dasar konsentrat, serta pakan konsentrat jadi dalam bentuk mash berwarna kecoklatan yang formulasinya sudah lengkap dan siap diberikan kepada ternak.

Respons peserta dinilai sangat positif oleh tim. Seluruh peserta bersedia membawa pulang sampel bahan pakan olahan yang disediakan. Sebagian besar langsung menyatakan niat untuk mencobakan pakan tersebut kepada ternak mereka dan mempelajari teknik pengolahannya secara mandiri. Sejumlah peserta bahkan mengajukan permintaan pendampingan lanjutan, berharap ada sesi praktik pengolahan di lapangan agar lebih mahir mengoperasikan mesin pencacah salah satu kendala teknis yang masih dihadapi karena keterbatasan akses peralatan. Keberhasilan kegiatan ini juga ditopang oleh kehadiran aparat pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat, yang turut memberikan motivasi kepada para peserta.

Di balik manfaat nutrisi, kegiatan ini menyentuh isu yang lebih besar: keterjangkauan usaha ternak skala kecil. Harga pakan konsentrat komersial yang terus merangkak naik selama ini menjadi hambatan utama peternak lokal dalam mengembangkan usahanya. Dengan bahan baku pelepah sawit yang tersedia gratis atau hampir tanpa biaya di sekitar kebun, penghematan biaya pakan dapat mencapai 30–40 persen. Pada saat yang sama, pemanfaatan pelepah sawit sebagai pakan ternak turut mengurangi akumulasi limbah pertanian yang kerap menimbulkan masalah lingkungan.

Tim pengabdian menekankan bahwa kegiatan ini baru menjadi titik awal. Pendampingan teknis lanjutan dan monitoring penerapan di lapangan masih sangat diperlukan agar teknologi ini benar-benar dapat dijalankan secara mandiri oleh peternak. Para peternak Desa Bumi Harjo kini tidak lagi memandang pelepah sawit sebagai sampah bagi mereka, tumpukan pelepah di sudut kebun adalah modal produksi yang menunggu untuk diolah menjadi pakan bernilai bagi sapi-sapi lokal mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *