Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto: Sektor Peternakan adalah Kunci Membangun Indonesia dari Desa

Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto: Sektor Peternakan adalah Kunci Membangun Indonesia dari Desa

Bengkulu, 08 Mei 2025– Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) menggelar Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Peternakan Tropis (SAINTROP) 2025 yang menghadirkan alumni kebanggaan UNIB, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., sebagai pembicara utama. Dalam seminar tersebut, Menteri Yandri menekankan betapa krusialnya peran subsektor peternakan dalam menunjang ketahanan pangan nasional dan pembangunan desa.
Membangun Desa, Membangun Indonesia Menteri Yandri menyampaikan visi “Bangun Desa, Bangun Indonesia” sebagai landasan utama pemerintah saat ini. Beliau memperingatkan tantangan global seperti yang dialami Jepang dan Korea Selatan, di mana desa-desa mulai ditinggalkan penduduknya, sehingga menyebabkan krisis pangan dan penurunan ekonomi. Di Indonesia, pembangunan desa menjadi prioritas utama sesuai dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
Peluang Emas dari Program Makan Siang Bergizi Salah satu poin strategis yang disampaikan adalah peluang ekonomi besar bagi sektor peternakan melalui program Makan Siang Bergizi. Dengan target 82,9 juta penerima manfaat, dibutuhkan pasokan protein hewani yang masif, termasuk kebutuhan minimal 82,9 juta butir telur per hari. “Sektor peternakan harus menjadi faktor penting dalam mencegah stunting dan menyediakan protein hewani bagi anak-anak bangsa,” tegas Menteri Yandri.
Inovasi Desa Tematik dan Koperasi Desa Merah Putih Kementerian Desa dan PDT tengah mendorong pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan revitalisasi BUMDes untuk mengelola potensi desa melalui konsep Desa Tematik. Menteri Yandri secara khusus menantang Jurusan Peternakan UNIB untuk membantu memetakan desa-desa di Bengkulu yang memiliki potensi peternakan agar menjadi pusat produksi telur dan daging sendiri, sehingga tidak perlu lagi bergantung pada pasokan dari provinsi lain.
Peluang Karier bagi Alumni Peternakan Beliau juga menekankan pentingnya peran sarjana peternakan sebagai penggerak ekonomi desa. Menteri Yandri menyatakan bahwa program pemerintah membutuhkan ribuan tenaga profesional untuk menjadi manajer atau CEO dalam manajemen Koperasi Desa dan BUMDes. “Kami ingin sarjana peternakan kembali ke desa dan mengelola unit usaha peternakan secara profesional, bukan sekadar menjadi penonton di tanah sendiri,” tambahnya.
Sinergi Perguruan Tinggi Menutup paparannya, Menteri Yandri mengajak Universitas Bengkulu untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah melalui program Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pendampingan masyarakat desa dan pengembangan inovasi teknologi peternakan yang aplikatif.
Seminar SAINTROP 2025 ini menjadi momentum penting bagi Jurusan Peternakan UNIB untuk menunjukkan kontribusi nyatanya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui sektor peternakan yang berbasis pedesaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *